Profil

PROFILE ORGANISASI
AL-FALAH CONNECTION

A. DASAR PEMIKIRAN

Setiap gerakan selalu berpijak dalam suatu kontruksi realitas sosial tertentu, hal ini tentu menggambarkan bahwa perubahan tidak bisa terlepas dari teks-teks social dan termasuk the dominant ideologi yang motor penggeraknya adalah formasi sosial yang selalu mengalami pergeseran yang kemudian sangat mempengaruhi paradigma sosial masyarakat. Bagaimanapun juga dominan ideologi tidak bisa ditolak dalam pengertian ketika tidak bisa membentuk sebuah sistem atau jejaring di semua bidang, dengan pengertian lain bahwa globalisasi tidak hanya sekedar yang ada di sana tetapi sudah merasuk di alam bawah sadar kita.

Tidak ada kata lain untuk melawannya hanya dengan sebuah penyadaran-penyadaran melalui lembaga pendidikan atau lembaga-lembaga lainnya, sebuah forum-forum kecil maupun besar, sebuah komunitas-komunitas kecil maupun besar, penyadaran dalam kerangka individu sebagai agen perubahan, penyadaran dalam kerangka manusia sebagai seorang pemimpin dan dalam kerangka-kerangka lainnya.

Ketika pada tingkatan penyadaran tersebut sudah terselesaikan atau minimal sudah ada proses yang mengarah, maka hal yang kemudian harus dibentuk adalah sebuah bangunan sistem yang kuat, baik kuat dalam pengertian menguasai di sektor manapun maupun kuat dalam kerangka proses transformasi nilai-nilai idealis yang dianut secara kontinue yang selalu melandasi setiap gerak organisasi dan gerak personal sebagai bagian dari lembaga.

Perubahan tata kepemerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi, selain menjadi boomerang bagi negara karena mengarah ke federalis, tetapi sisi lain juga membawa angin segar untuk menuju negara yang demokratis. Hal yang kemudian harus dipersiapkan ketika masing-masing daerah punya kekuasaan dan keleluasaan, ketika kewenangan pusat sudah pindah ke daerah, ketika agen global sudah mudah masuk ke derah-daerah, adalah penataan. Karena kondisi ini akan lebih mudah bagi sebuah komunitas, sebuah jejaring, sebuah lembaga dan sejenisnya dari apapun dan dari manapun untuk menguasai, untuk membentuk sebuah kekuatan lokal, sehingga harus disadari berangkat dari kenyataan ini adalah bukan sebuah pilihan untuk bergerak dan membangun sistem tetapi adalah sebuah keharusan guna mentransformasikan gagasan dan nilai-nilai kebenaran yang dianut.

Berangkat dari sebuah pembacaan di atas dan sebuah keharusan bergerak, guna melestarikan budaya-budaya yang dianggap benar dan mentransformasikan nilai-nilai yang dianut maka sangat dibutuhkan komitmen bersama untuk membentuk dan membangun system tersebut. Sebuah sistem yang harus diciptakan dan di desain secara komprehensif, baik sistem ekonomi, sistem pendidikan, sistem struktural, sistem kultural, sistem nilai dan sistem-sistem lainnya.

Pada konteks Al-Falah, sebagai sebuah lembaga pendidikan yang mempunyai visi dan misi, yang mentransformasikan nilai-nilai yang dianggap benar, tidak ada kata lain selain sesegera mungkin membangun sebuah sistem. Dengan bermodalkan sumber daya manusia/ kader (sebutan untuk siswa, santri, alumni Al-Falah) baik yang masih belajar maupun kuliah ataupun alumni dan bekerja, yang ada di lokal Luwu atau sudah tersebar ke pulau-pulau lain, yang mempunyai ikatan emosional, ikatan nilai-nilai dan ikatan korp tentu mempunyai potensi besar untuk tidak hanya sekedar eksis tetapi juga berkembang dan transformatif.

Sebuah potensi besar ini yang kemudian harus di design menjadi sebuah kekuatan system yang selalu bergerak untuk mentransformasikan nilai-nilai kebenaran. Melalui lembaga yang dinamai AL-FALAH CONNECTION ini gagasan besar akan mulai di wujudkan, akan dimulai sebuah grand design bangunan sistem Al-Falah, baik pada konteks kerja-kerja social kemasyarakatan, kerja-kerja dakwah (religi), kerja-kerja bisnis (ekonomi), kerja-kerja intelektual, kerja-kerja pemberdayaan/penyadaran, kerja-kerja politik dan kerja-kerja lainnya.

B. VISI DAN MISI ORGANISASI

Visi : Pengembangan Al-Falah
Misi : Penataan jejaring

C. RENCANA STRATEGIS ORGANISASI

    • Penguatan Internal Lembaga
        1. Penguatan ikatan emosional, gagasan dan gerakan
        2. Pengadaan Database
        3. Perumusan keorganisasian : visi, misi, orientasi, program jangka panjang. program jangka pendek, langkah taktis, langkah strategis, ideologisasi.
        4. Sumber daya Anggota : Kepemimpinan, profesionalisme.
        5. Penguatan jaringan finansial
          • Penguatan Eksternal
            1. Penguatan Jaringan dengan Al-Falah : dengan program kerja (Pameran Pendidikan)
            2. Penguatan Jaringan Politik : pemerintah daerah, DPRD Luwu Utara, DPR RI dari Dapil Luwu Utara, DPD RI Dapil Luwu Utara
            3. Penguatan Jaringan Ekonomi : Pengusaha Lokal, Jaringan lokal kampus
            4. Penguatan Jaringan Sosial : Tokoh Masyarakat Luwu utara, Organisasi kemasyarakatan
            5. Pengutan Jaringan Intelektual : Intelektual lokal dan intelektual yang berasal dari Luwu Utara
            6. Jaringan Budaya : Kepala suku dan sesepuh lokal
              • Pengadaan WEB SITE / BLOG
              • Pengadaan /Peluang Beasiswa : Beasiswa daerah dan informasi lembaga lembaga yang mengeluarkan beasiswa
              • Pengadaan Perpustakaan
              • Lembaga profit : mini market, koperasi, toko buku, warnet, lembaga kursus Bahasa Inggris, lembaga kursus komputer, Lembaga Bimbingan Belajar, Penyewaan Komik, wartel, counter, dll

              D. STRUKTUR ORGANISASI

              Pada prinsipnya organisasi ini adalah bersifat jejaring yang kemudian secara struktural akan memakai system jaringan yang terdiri dari :

              1. General Connection
              2. Manajer Connection

              E. PERMUSYAWARATAN

              Sistem permusyawaratan sepenuhnya di serahkan kepada anggota atas kesepakatan bersama dan berdasarkan azas kekeluargaan

              F. KEANGGOTAAN

              Keanggotaan dari pada organisasi daerah ini adalah Alumni Al-Falah baik Madrasah Tsanawiyah ataupun Madrasah Aliyah

              G. KEUANGAN

              Adapun untuk keuangan dalam organisasi ini akan dimaskimalkan pada Swadaya anggota yang dalam pengembangannya akan membentuk sebuah lembaga profit.

              H. PENUTUP

              Berangkat dari sebuah kesadaran atas refleksi panjang diatas maka semoga dengan gagasan kecil ini dapat mewujudkan gagasan besar dalam rangka untuk menata system yang selalu berorientasi ke Al-Falah

              Komentar ditutup.

              %d blogger menyukai ini: