Catatan Akhir (20 th)

Di Takalar. Dekat pantai Topejawa. Ada pesantren kecil. Disana aku mabit. Pagi hari, kami sima’an bacaan Al-Qur’an. Memperdengarkan bacaan pada santri yang ditunjuk. Tetiba aku teringat kisah ini: Guruku, Pak Husain pernah menceritakan hal yang sama ketika mondok di Jawa. Mengaji bersama anak-anak yang lebih muda.

Gegara itu, aku mengingat ini.. Ini adalah tahun 20 aku telah menamatkan sekolah di MTs Al Falah. Saat penamatan yang diadakan diujung kelas paling barat . lamat-lamat ingatan akan pesan pak kyai Ahmad Shodiq datang, akan wejangan dan segala kebaikan beliau.

“Ilmu kalian akan berguna 15 atau 20 mendatang”.

Aku ingin mengenang segala kebaikan yang telah aku dapatkan ditempat ini. Hanya yang baik-baik saja. Dan aku menulisnya sebargai dharma baktiku.

Jikapun aku belum memberikan kebaikan kepada orang lain. Minimal aku jadi anak baik, untuk diriku sendiri.

Tentu saja, dalam gambaran yang luas telah aku ceritakan. Ada ibrah yang ingin aku ambil. Betapa kedekatan. Kekeluargaan. Hingga pada hal yang konyol dan memalukan itu bisa saling menguatkan. Tentu saja aku bukan manusia sempurna. Maka caraku mengenang kebaikan adalah cara yang terbaik, untuk tetap menjadi santri yang baik.

Terimkasihku untuk
Bapak Imam Tauhid, Bapak Abdul Asngari, Bapak Mustoha Yudi, Pak Husain, Pak Nasruddin, Ibu Rohaya, Bapak Mas’alim Sudiar dan masih banyak yang lainnya.
Terimakasih yang telah memberi ruang untuk memberi pijakan dalam diriku.

Salam : Dari Basori


Profil Fb Penulis | Sumber Tulisan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s