Kopi

Tabe, ini resep kopi ku. Kita’ juga punya to. Arabika dan robusta toraja. Perbandingan 70% + 30%. Mula-mula 1 gelas air dituang dalam panci. Ketika mendidih kecilkan api kompor ta’. Masukkan miki kopi 2 sendok (menggunung na). Lalu gulana setengah sendok. Aduk pelan sampai rata. Pastikan busanya hilang. Matikan mi kompor ta, tunggu 1 menit agar turun ampasnya.

Jangan ki langsung minum. Tunggu sampai dingin. Be..h pahitnya. Iye, kodong ini kopi to. Ada ji sedikit gulanya. Tapi tetap ji di sebut kopi. Bukan kopi gula. Dan satu gelas itu ku minum sedikit2, satu gelas dari pukul 9 sampai pukul 17. Sambil menatap layar, membuka corel atau adobe premiere pro.

Kalo minum kopi, tidak tidur ja’. Iye’, karena ma’kopi waktu tidur, mimpi ji itu namayya.

Waktu aku santri lain ji minuman paginya. Kita tau tajin. Ini resepnya, ini ukuranku. Kalo memasak nasi satu gelas, kutambai air 6 gelas. Kutungui sampai mendidih, cepat 2 aku angkat. Terus ku tuang airnya dalam gelas. Lalu nyakan kompor api kecil.

Nah masaknya itu, di bekas pengilingan padi yg berubah jadi asrama kami. Yang sebelah jadi Raudhatul Adfal, yg pak Kyai Iwan jadi gurunya.

Nah. Kalo malam itu ada Kang Zain, yg punya motor lengendaris A100. Yang lincah bergendang dan menyanyi. Yg di bumbui cerita kang Mad, cerita yg lucu lucu.

Ini cerita ku, kita juga pasti punya to.

Oh iye, tulisan ku akan saya batasi sampai 20 episode saja. Minta maaf, kalo terlalu banyak ma’ cerita.


Profil Fb Penulis | Sumber Tulisan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s