Pramuka

Ketinggian 30 Meter, di sebuah tebing kemiringan 90%. Tepatnya KM 50 Bukit Soeharto Kutai Kertanegara.

Tali karnmantel sebesar jempol masih membalut karbiner, figur eight sebagai media peralihan jatuh kebawah. Prosesi pemgalihan dari naik keturun berubah detakan jantung yang kencang.

Aku terjebak. Karnmantel tertelisut. Setengah jam yg terengah engah. Posisi ditenggah tebing. Tidak bisa turun dan tidak naik. Pendidikan search and rescue yg melelahkan. Tapi aku harus menaklukkan ini, navigasi di belantara hutan Borneo. Mencari sumber makan dan minum aman di hutan, atau belajar berbaring dan mengapung di antara ombak lautan.

Dari manakah keberanian itu di mulai. Itu di mulai dari hacking di gunung sebelah utara Lemah Abang. Telusur gunung yg penuh drama. Ada Kipi yg bersandiwara. Menembus aliran sungai Kanjiro dan berbelok ke pesantren.

Suatu malam kami diuji. Harus berjalan dan berkeliling kuburan di daerah lor. Suasana makin mistis karena arek arek kampung membuat suara aneh dan wewujud. (Yg boleh jadi karena perasaan takut)

Di lapangan. Di Depan kelas, yang berdiri tenda tenda biru. Api unggun dinyalakan. Malam mistis. Suara angin mendayu, saling mengesekan dedaun mangga yang menjulang. Yang buahnya kami santap kala panen.

Di tengah remang malam itu. Aku kelompok macan. Resmi menjadi anggota pramuka. Saka bhayangkara. Terima kasih dan takzimku untuk pembina pramukaku, Kyai Najib dan Kyai Abdul Asngari, S.Ag. (Tabe, izin penyebutan nama).


Profil Fb Penulis | Sumber Tulisan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s