Sholat Subuh

Di Raudah Suite Hotel. Di ruang makan yang menghadap masjid Nabawi-Madinah. Lelaki separuh baya itu berkata, “Anda MU atau NU”. Aku tergagap dengan pertanyaan itu, ia tidak puas dengan jawaban yang ku berikan.

“Apa sholat subuhmu pakai kunut”. Ujarnya selidik.

Di zaman orang-orang yg seumuran dgnku, perdebatan mazhab organisasi dalam negeri itu lebih kewacana. Tidak sebagaimana di zaman lelaki di depanku.

Orang bisa menjadi MU sekaligus NU. Di zaman aku tinggal d Al Falah, ciri khas ke NU an itu mengasyikkan. Bagaiamana tidak. Seusai berzanji, di rumah Mba Lilik. Mati lampu tidak cukup lima menit. Isi piring habis ludes, ketika lampu menyala kami menertawan diri sendiri, betapa sigapnya.

Suatu kali kami di panggil untuk takziah. Ini rute rumahnya. Jika kalian menghadap barat, melewati dam, terus lewat depan rumah jum, terus lagi lewat depan rumah aisyah, lalu belok kiri lewat depan rumah Nani Umariah, pokoknya terus lah..ketemu rumah sederhana, di sana yg berduka.

Sajian singkong goreng sungguh nikmat.

Jadi Mu atau NU, buktinya mana…?

Saya tidak ada foto pak, saya tidak mau di sebut pencitraan. Apalagi kalo ada mantan.


Profil Fb Penulis | Sumber Tulisan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s