Utes (Sisa Rokok)

Selalu saja ada hal konyol bagi mereka yg ‘ndake‘ (Candu). Seperti merokok puntung bekas. Apalagi kalo bekasnya cigaroles, klobot mantab.

Dari manakah mula mula saya merokok. Itu di mulai kelas 2 SD, saat lebaran, sebatang gudang garam merah. Terbatuk, tapi kan màsih amatir. Seiring waktu makin profesional.

Secara historis kakek berasal dari dataran tinggi Temanggung, petani tembakau. Macam rupa bumbu dipertontonkan mulai dari kemenyan, cengkeh dan kayu gaharu. Saya tes sedikit sedikit saja, tapi sering.

Tiba di Tanah Merah (Lemahabang), pun asap nikotin mengikut bahkan naik kelas. Pak guru muda Kang Ngari menawarkan sebatang dua batang, “Kalo diluar kelas kita bisa begini, tapi kalo di kelas jangan”. Katanya membangun keakraban dengan anak kampung.

Rupanya mencegah itu lebih baik dari mengobati benar adanya, satu batang bisa bergantian dari satu mulut ke mulut kawan lain, dan kadang puntung rokok pun di sikat. Itu dulu, dulu sekali.

Terakhir kali cigaroles terhisap saat SPMA, di sekolah pertanian dikaretan yg sekarang sudah almarhum. Di puncak gunung, di suatu malam, aku bersumpah tidak akan menyentuhnya lagi. Dan itu 20 tahun lalu.

Tapi sekarang aku ngopi .

Mks, 13 02 2019


Profil Fb Penulis | Sumber Tulisan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s