Sawah Lor (Persawahan Sebelah Utara)

Pak Kyai Ahmad Shodiq punya motor RK KING. Motor paling macho di zamannya. Dengan motor itu saya sering ikut kang Jun kesawah Lor. Untuk Naik motor saya sudah belajar yamaha pak Komang, orang Bali itu.

Tiba di jalan saya minta di ajari motor kopling oleh kang Jun, sekalian kesawah. Tiba di desa Rantemalona, bencana tiba. Motor tidak dapat dikendalikan. Seorang anak kecil terserempet.

Orang kampung berkerumun. Aku meringis. Untunglah di kampung ini ada teman sekelas ku, Tandi Awang, Hasan Basri, dan Ical. Melalui mereka selesai urusan.

Di sawah Lor ada pohon mangga, di bawah pohon itu biasa kami berteduh. Malam hari kami pernah kesawah. Malam hari terjadi serbuan ulat graya, dan saat gelap itulah paling pas di insektisida.

Sekian tahun merantau, dari anak anak sampai pulang kampung bawa anak tiba tiba saya terhenyak. Anak pertama Saya, izzat, kelas 4 SD tidak tahu wujud tanaman padi. Saat hamparan luas sawah terbentang di matanya ia berkata.

Apa roti dari padi“. Aku tergagap. Mengenyitkan kening. Ternyata visualisasi buku tidak cukup membuatnya terabraksi.

Bocah yg Lahir di Kalimantan itu termangu-manggu mendengar penjelasanku.

Bersyukurlah aku karena masa kecilku pernah ke sawah lor, tahu segala jenis tanaman. Pak Kyai memberikan kesempatan padaku untuk belajar pada Labolariun Alam.

Mks, 12 01 2019


Profil Fb Penulis | Sumber Tulisan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s