BACAAN WAJIB MENATAP 2008 (Rencana Program Al-Falah Connection)

A. CATATAN SINGKAT

Lebih baik menahan seluruh pasukan dan tidak dihancurkan oleh musuh dari pada menderita setalah pertempuran (Sunzui)

Banyak cita-cita yang melatarbelakangi keberadaan Alfacon. Berbagai gagasan dan pemikiran telah berdialektik bersamanya, tidak sedikit mereka yang menyediakan waktu dan bergelut, bernostalgia bersamanya. Dan banyak pengharapan implementasi dari otak-otak (baca : pemikiran) darinya dan impian besar tertumpu padanya.

Tapi disisi lain pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah yang di cita-citakan oleh Alfacon ?, Siapa, dimana dan bagaimana sebenarnya Alfacon dalam mewujudkan mimpi-mimpinya ?. Dari pertanyaan inilah kemudian muncul perumusan visi, misi dan strategi yang kemudian terwujud dalam program jangka panjang yang kemudian di spesifikkan dengan program jangka pendek atau tahunan dengan skala prioritas tertentu untuk mencapai apa yang di cita-citakan.

Tidak ada kata tidak mungkin, berangkat dari hal-hal yang terkecil, memadukan dari pemikiran-pemikiran sederhana dan di implementasikan dalam langkah-langkah yang praktis, sebuah kekuatan sekecil apapun awalnya akan bisa menjadi kekuatan/arus yang besar di kemudian hari. Inilah yang kemudian menjadi spirit Alfacon, dengan mengurangi beberapa kelemahan dan memaksimalkan beberapa kelebihannya, kesabaran dalam menjalin komunikasi dan transformasi gagasan sampai skill praktis yang sekaligus dengan manajemen yang strategis dan sistematis, Alfacon akan menjadi sebuah kekuatan besar, baik pada tingkatan aksiologi maupun pada tingkatan epsitemologi.

Kurang lebih sudah 1 (satu ) tahun Alfacon berada dengan berbagai varian pemikirannya, aksinya dan tentunya mimpi-mimpinya, banyak orang bilang, keberadaannya hanya semangat anak muda yang cepat atau lambat akan pudar, dengan berkarya semua akan terjawab apa dan bagaimana Alfacon, sekarang besok maupun mendatang.

Al-Falah Connection dalam 1 (satu) tahun ini (baca : 2007) telah melaksanakan beberapa agenda, baik pada tingkatan struktural maupun pada tingkatan kultural. Penguatan emosional, kesamaan pemikiran dan kesatuan gerakan. Itulah beberapa targetan selama tahun-tahun awal yang kemudian bisa dijadikan ukuran dalam menentukan keberhasilan target program tahun 2007

Beberapa program telah dirumuskan melalui pertemuan singkat dan tatap muka cepat, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik dalam hitungan tahunan maupun dalam hitungan bulanan, yang diantaranya adalah :

  • Out Bond

Agenda ini diadakan dengan tujuan untuk penguatan emosional jaringan dan menyamakan frekuensi pemikiran dan gerakan, apa yang menjadi keinginan masing-masing personal dan bagaimana mewujudkannnya baik dengan kekuatan personal maupun dengan kekuatan komunal. Agenda ini di fokuskan di jaringan Jawa yang selain mempunyai banyak kesamaan pemikiran juga secara teritorial sudah terkondisikan. Di ikuti oleh Rahmat Hidayat (Bandung-Jawa Barat) Mizan Bazari (Madiun-Jawa Timur) Makhrus Habibi (Tulungagung-Jawa Timur) Ikhwan Hadi (Malang-Jawa Timur) Pendik (Malang-Jawa Timur, sekarang pindah ke Bandung) dan Masruri (Malang-Jawa Timur) yang dilaksanakan di kawasan pegunungan Nganjuk Jawa Timur.

Agendanya sangat sederhana, dari diskusi kecil, cerita-cerita singkat tentang susahnya di rantauan sampai pada cita-cita yang ingin di wujudkan dan perumusan program-program yang akan di lakukan Alfacon ke depan. Sebuah komitmen gerakan dimunculkan dan tukar informasi menjadi catatan penting dalam agenda ini.

Target agenda yang telah di rencanakan sudah terpenuhi dengan beberapa catatan evaluasi, diantaranya adalah :

    • Ketidakhadiran Kawan Yunan Nawawi (Yogyakarta)
    • Pemilihan tempat yang kurang sesuai harapan
    • Konsep yang belum matang
    • Perencanaan keuangan yang belum maksimal

Hal inilah yang kemudian menjadi bahan evaluasi pada agenda ini, khususnya di tingkat teknis agenda.

  • Pengadaan Webblog

Program ini sebenarnya yang pertama kali muncul setelah pertemuan singkat beberapa orang. Landasan pemikiran dari program ini adalah sebagai pusat informasi dan komunikasi serta pusat pemikiran dan gagasan.

Beberapa tulisan kemudian mewarnai webblog ini, yang kemudian menjadi harapan akan munculnya kesepemahaman gagasan dan gerakan, serta peningkatan skill penulisan personal anggota.

Ada bebarapa catatan dalam program pengadaan webblog ini, di antaranya adalah :

    • Manajemen keuangan masih belum terkonsep secara jelas sehingga masih mengandalkan keuangan sendiri/operator (Muhammad Zainal Abidin) yang kemudian sedikit menghambat kerja-kerjanya.
    • Pada wilayah keanggotaan, kebanyakan anggota masih belum terbiasa dengan dunia maya sehingga keberadaannya masih terbatas pada beberapa kalangan. Pada tingkatan alumni keberadaannya kebanyakan masih di tingkatan mahasiswa, pada tingkatan eksternal (alfalah) masih beberapa orang yang mengakses dan itupun sangat jarang, pada tingkatan siswa alfalah sendiri masih belum sama sekali pernah dan bisa mengakses media ini.
    • Pada awalnya eksplorasi gagasan dengan bentuk tulisan-tulisan pada media ini begitu masksimal, selain karena masih belum mempunyai blog-blog pribadi, kebanyakan memang seorang penulis pada awalnya sangat kaya ide dan gagasan. Tetapi pada kemudiannya sangat sedikit tulisan yang masuk di webblog ini, itupun penulisnya masih tetap. Pada tingkatan ini skill menulis yang ada pada Alfacon masih belum maksimal, entah karena malu karena tulisannya masih kurang bagus, malu karena gagasannya belum terlalu cerdas atau memang karena malas menulis dan tidak punya keinginan untuk menulis.
    • Pada tingkatan bahasa penulisan, banyak mengalami kendala, khususnya pada wilayah transformasi gagasannya, bahasa yang sering di gunakan dalam penulisan-penulisan sangat terpengaruh oleh aktivitas penulis yang kebanyakan menjadi mahasiswa, bisa dipahami gagasannya yang menjadi tujuan penulisan ternyata masih terkendala dengan pemakaian bahasa (baca : mahasiswa banget), sehingga kemudian membawa pada kurang dinamisnya penulis-penulis di Alfacon, atau dalam pengertiannya penulis-penulis masih belum berdialektika dengan penulis-penulis lainnya, entah dengan meninggalkan komentarnya atau dengan membantah dengan tulisan-tulisannya. Sedangkan pada sisi ini, skill menulis yang menjadi sangat penting baik pada tingkatan komunikasi gagasan maupun pada peningkatan sumberdaya masih sangat minim.
  • Informal Meeting

Agenda ini digagas seiring dengan gagasan pengadaan webblog, yang pada perencanaannya akan dijadikan agenda bulanan (1x/bulan), yang diagendakan pada awal-awal bulan. Dari awal samapi sekarang agenda ini yang masih belum maksimal berjalan bahkan sangat jarang. Hal ini kemudian membawa implikasi pada minimnya komunikasi, entah itu pada skala emosional maupun pemikiran, sehingga tulisanpun sangat jarang dan rencana-rencana yang seharusnya terkomunikasikan masih belum bisa yang kemudiannya agenda tidak terencana sesuai dengan kesepakatan Alfacon yang mengesankan bahwa Alfacon hanya beberapa orang yang mengingikan.

  • Reuni Alumni Al-Falah

Tujuan agenda ini adalah menegaskan diri atas keberadaan Alfacon (jaringan alumni Al-Falah) baik dimata alumni yang masih belum tahu, dimata masyarakat, dan dimata Al-falah sendiri. Yang sekaligus mentransformasikan gagasan-gagasan dari Alfacon sendiri. Kegiatan ini dilaksanakan pada lebaran Idul Fitri hari ke-4, dengan beberapa persiapan yang sangat minim dan mendesak. Kegiatan ini dinilai cukup sukses dan sesuai dengan targetan yang kemudian membuahkan beberapa catatan realitas alumni Al-Falah:

    • Mempuyai latar belakang yang bermacam-macam, khususnya pada profesi dan pemikiran
    • Mayoritas masyarakat kelas menengah ke bawah/ belum tertata secara ekonomi
    • Mayoritas tidak melanjutkan pendidikan
    • Masih kurang komunikatif (minder)
    • Rata-rata masih di usia angkatan kerja
    • Pragmatis, materialis
    • Semangat lokalitas yang sangat tinggi
    • Antar angkatan masih belum komunikatif

Beberap catatan inilah yang kemudian membuat sulitnya komunikasi gagasan.

  • Buletin Madani

Karena sifatnya jaringan dan posisinya saling berjauhan, selain dimaksudkan sebagai media komunikasi gagasan, baik ke alfalah sendiri maupun ke masyarakat. Buletin Madani juga dimaksudkan untuk media eksplorasi dan aktualisasi Alfacon. Al hasil dari beberapa pertemuan ada sebuah kesepakatan untuk penerbitannya yang akan di kelola kawan-kawan di Palopo dan di Bone-Bone.

Evaluasinya pada tingkatan materi, kebanyakan tulisan-tulisan yang ada di Madani masih belum satu frame pemikiran, masih ada perbedaan cara pandang. Selain itu pada tingkatan bahasa, Buletin Madani yang gagasannya di tulis dari kalangan mahasiswa masih belum tertransformasikan secara substansial, berbagai komentar telah datang, dari bentuknya yang sangat sederhana, bahasa yang terlalu mahasiswa, tema yang kurang up to date sampai pada minimnya penulis.

Selain program-program formal dan informal diatas, ada beberapa catatan-catatan dalam program non formal, tentang beberapa diskusi-diskusi kecil yang mencoba mengulas dan membahas keberadaan Alfacon yang khusus membahas tentang cita-cita Alfacon sendiri.
Berangkat dari berbagai pemikiran Alfacon serta catatan-catatan tulisan di webblog, Alfacon mencita-citakan terbentuknya Masyarakat Madani (civil society) dengan konsentrasi gerakannya di wilayah pendidikan. Yang kemudiannya ini menjadi titik pijak pada program tahun 2008 yang sekaligus menjai rekomendasi akhir tahun, adalah :

  • Ideologisasi : Dengan adanya cita-cita ideal Alfacon, terbentuknya masyarakat Madani /civil society maka harus segera terumusankannya Masyarakat Madani dalam perspektif Alfacon
  • Keorganisasian : Pada awalnya Alfacon adalah organisasi yang berbentuk jaringan, tetapi pada wilayah kerjanya hal ini sangat ambigu, satu sisi harus ada koordinasi tetapi sisi lain Alfacon tidak mempunyai Struktur organiasi. Berangkat dari analisa diatas harus ada rumusan yang jelas keberadaan Alfacon, apakah tetap memakai jaringan (connection) atau memakai organisasi struktural
  • Finansial : kerja-kerja Alfacon sampai saat ini masih belum ada rumusan yang jelas terkait dengan manajemen keuangan, tentang pengolahan blog sampai pada penerbitan Buletin Madani, hal ini tentu sangat menghambat kerja-kerjanya, sehingga keuangan sangat penting untuk dirumuskan guna memaksimalkan kerja-kerja Alfacon
  • Karena keberadaan anggota Alfacon yang terkomunikasikan masih sebatas di tingkatan mahasiswa, hal yang paling penting dari berbagai evaluasi kelemahannya adalah penguatan Skill menulis (jurnalistik) yang menjadi syarat mutlak dalam mentransformasikan gagasan-gagasannya.

Beberapa hal diatas yang kemudian akan menjadi titik pijak pada program-program selanjutnya.

B. KE DEPAN

New context, new paradigm
Setiap gerakan selalu berpijak dalam suatu konstruksi realitas sosial tertentu. Tidak ahistoris dan karenanya material. Hukum ini menunjukkan bahwa gerakan perubahan tidak terlepas dari teks-teks social lain termasuk the dominant ideology yang bekerja, gerakan-gerakan yang telah ada atau yang akan ada tidak bisa dilepaskan dari gerakan global yang biasa di definisakan dengan globalisasi
Secara paradigmatik, ada tiga pandangan dalam memandang globalisasi (David Held, et al, 1998). (1) Skeptis : globalisasi hanya akan menuai kegagalan dalam mewujudkan trasnformasi sosial berkeadilan. (2) Optimistik : globalisasi sebagai jawaban terang benderang atas masa depan ekonomi politik global. (3) Transformasional, yang masih melihat sekian kemungkinan masa depan globalisasi, karena amat tergantung pada sekian variabel yang tidak bisa direduksikan begitu saja dalam satu faktor dominan.

Terlepas dari itu, yang terpenting bahwa globalisasi ada dan keberadaan prosesnya tidak secara sektoral tetapi secara gradual, secara menyeluruh baik di tingkatan ekonomi, sosial, budaya, pendidikan maupun politik tentunya. Lemahnya peran negara, mahalnya pendidikan, jebloknya nilai rupiah, tidak kuatnya ketahanan pangan nasional, rusaknya hutan, konsumtifme, aksi kekerasan dan lain sebagainya, tidak bisa dipandang secara sektoral dalam menganalisanya tetapi adalah by design global

Apakah kita mengiyakan realitas global atau menafikan atau bahkan menolak, adalah sebuah pilihan yang kemudian akan sangat menentukan gerak langkah ke depan, dari pribadi seorang pelajar/masyarakat sampai pada lembaga-lembaga baik yang dimiliki masyarakat maupun negara.

C. PRIORITAS PROGRAM

  1. Keorganisasian : Penguatan internal organisasi (struktur, ideologisasi, finansial dan manajerial)
  2. Net working : penguatan jaringan, baik jejaring internal (mengkomunikasikan ke alumni sebanyak-banyaknya) maupun eksternal Alfacon
  3. Penguatan skill praktis Jurnalistik
  4. Penguatan sumber daya anggota

D. INDIKATOR KEBERHASILAN

  1. Penerbitan Buletin Madani secara continue
  2. Terbentuknya format organisai secara jelas
  3. Peningkatan secara kuantitas penulis di webblog
  4. Bargaining posisi
  5. Anggota mempunyai webblog

E. RENCANA PROGRAM

Pelatihan Jurnalistik

F. PENUTUP

Bukan apakah kita bisa mencapai tujuan dan targetan tahunan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mencapai targetan tan tujuan tersebut. Menghargai proses dan maksimal berproses adalah catatan penting dalam awal-awal penguatan Alfacon. Kesatuan komitmen dan saling menyadari adalah hal yang sangat penting dalam membangin ikatan emosional organiasi dan tentunya adalah sebuah kesalahan ketika kita tidak serius dalam melakukan suatu hal baik, hanya orang bodohlah yang melakukan kesalahan dua kali. Dan orang yang akan menyesal di kemudian adalah orang yang menutup diri atas beberapa kekurangannya.

Tulungagung, 30 Januari 2007
Makhrus Habibi

10 Balasan ke BACAAN WAJIB MENATAP 2008 (Rencana Program Al-Falah Connection)

  1. Abidin mengatakan:

    Bagus bang Resensinya!
    Semoga taon ini bisa lebih bae’ pelaksanaannya !
    Terutama masalah Pelatihan Jurnalistik, biar teman-teman pada bisa nulis dengan baik. Sebaik dirimu! Hueheheheh …:mrgreen:

  2. krus mengatakan:

    semua kerja harus mengarah dan terencana sesuai dengan indikator keberahasilan. temen-temen yang punya gagasan cerdas tolong di tambah hal-hal yang masih kurang

  3. matayat mengatakan:

    betul kruss….
    n semoga kita konsistn dengan jadwal yg uda dibuat bidin..

  4. krus mengatakan:

    mungkin tahun2 ini kita masih belum bisa maksimal, tapi anggaplah ini adalah investasi untk masa depan bersama, yg terpenting ikatan emosional di perkuat aja kawan. karena suatu ketika kita pastik akan saling membutuhkan. entah urusan perut atau urusan masa depan… ya ga ???

  5. mela mengatakan:

    banyak yang baru ya….

  6. mela mengatakan:

    spertix, plthan jurnalstikx mnarik.

  7. mela mengatakan:

    emmm… gmn dg bletinx tmen2? gak da yg pernh tax gt ya!

  8. krus mengatakan:

    buletin??? q g bs komentr pa2, terlanjr mlu, tp klo ada yg brani nerbitin, q siap

  9. mathuinmks mengatakan:

    Buletinnya macet bah!
    Di sini gak ada reaksi sama sekali atas itu. Yang ada mah cuma durian aja.:mrgreen:
    Orang-orang lagi sibuk merried.
    Doain tugas guwe cepet kelar ya!

  10. qqqqqqqqqq mengatakan:

    marin kita berjuang bersama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: