Alumni Gimana Kabarmu di Jaman Digital Ini

Beberapa tahun terakhir ini “ibu-ibu” mulai berbondong-bondong untuk membuat akun sosial media, ya .. Facebook! Sudah tidak bisa dipungkiri bahwa Facebook sudah seperti menjadi bagian dari kehidupan manusia modern saat ini. Mungkin beberapa dari alumni sudah membuat grup di Facebook atau karena sudah pada punya Facebook jadi pada bikin grup wosap .. biar kekinian dan bisa share-share an gitulah, bisa jadi Baca lebih lanjut

Iklan

Bahaya Cerita Porno

Cerita Porno. Jika dipilah, kata cerita porno terdiri atas dua kata, yaitu “cerita” dan “porno”, sehingga jika digabungkan menjadi “cerita porno”.  Cerita porno merupakan salah satu hal yang dapat menurunkan moral orang Indonesia. Konon, menurut hasil survey yang dilakukan di internet, cerita porno dan kata-kata yang mirip dengan “sex”, “porn”, atau “video sex” adalah kata utama yang digunakan oleh pengguna internet. Mungkin normal, tapi jika itu berlebihan tentu tidak akan baik bagi pengguna. Baiklah, kali ini kita akan membahas beberapa hal yang perlu disadari jika seseorang kecanduan cerita porno. Baca lebih lanjut

Al-Falah Tuan Rumah PORSENI MI Ke-3

Terhitung sejak hari ini (Kamis, 18 Juni 2009) hingga 3 hari ke depan (Sabtu, 20 Juni 2009) di halaman Pesantren Al-Falah digelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) ke-3 antar Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Bone-Bone.
Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang telah menjadi program Kelompok Kerja Madrasah. Bpk Suhur, S.Pd. selaku ketua penyelenggara (Kepala MI Al-Falah sekarang) menyatakan bahwa kegiatan ini akan diikuti oleh 11 madrasah yang berada di lingkup kecamatan Bone-Bone.
Baca lebih lanjut

Pengumuman UAN MA 2009: 100% LULUS

Alhamdulillah..
Hari ini tepat pukul 10.00 Waktu Al-Falah pengumuman hasil UAN Madrasah Aliyah dilaksanakan. Hasilnya seluruh siswa berhasil lulus, melampaui standar kelulusan.
Hal ini tentu menjadi surprize bagi seluruh civitas akademika yang telah menunggu sejak bulan lalu.
Setelah ini, apalagi?
Be d’Bess..
😆

Pemilu Presiden Tak Perlu Dilakukan

Saya beranggapan begitu. Daripada melaksanakan pilpres dengan dana yang segitu besarnya, mending bayar LSI (Lembaga Survei Indonesia) untuk melakukan Quick Count pada TPS sample seperti waktu Pemilihan caleg kemarin.
Toh hasilnya juga sama.
Bagaimana, setuju?
:mrgreen: